Antara sofa dan marwah
bukanlah lari-lari kecil diantara dua bukit, dan juga bukanlah sebuah nama
bukit yang terkisah di zaman rosul dahulu di Makkah. Namun keduanya adalah
kisah diantara dua gadis yang mencoba mencari arti sebuah kebahagiaan dalam
sentuhan cinta. Mencoba mengejawantahkan arti sebuah pengalaman cinta dalam
dimensi kehidupan. Sofa seorang gadis lugu yang santun nan baik hati, memendam
rasa cinta dalam lubuk hatinya yang penuh dengan gemerlap lampu keceriaan
kepada Rizki sang pemuda kampung yang sederhana dan seadanya, ia sempat menjadi
guru pengganti Ayahnya di mushala ketika ayahnya sakit. karena Rizki sedikit
gemar akan memahami pengetahuan agama. Dia dikenal bijaksana dalam segala hal,
dan itulah yang membuat sofa terpikat bagaikan menghirup bau harum yang seakan
ingin sekali mencicipi dan memilikinya,
Namun entah bagaiman dengan Marwah
seorang gadis yang amat dekat dengan Rizki bahkan sahabat sekelasnya sewaktu
disekolah. Ternyata memiliki rasa yang sama seperti Sofa. Marwah yang santun
perangainya, rendah diri dan rajin beribadah membuat hati Rizki luluh dan
bertekuk lutut dibuatnya. sungguh sebuah kisah yang memiliki pengaruh yang
dahsyat dalam hati mereka bertiga. Karena Sofa dan Marwah dikisahkan oleh Tuhan
untuk bersahabat dan berjalan dalam satu warna kehidupan.
Rizki mencoba memahami setiap pengkolan
kehidupan, mencoba mengerti akan arti persahabatan yang berakhirkan perasaan
cinta Marwah kepadanya setelah beberapa waktu tidak pernah berjumpa muka,
kemudian apa yang dilakukan oleh Rizki untuk bersikap bijak kepada perasaan
Sofa yang sudah terlanjur mengisi sebagian dari kantong perasaannya. Apa yang
terjadi jikalau dua perasaan saling mengerti"?. apa yang akan terjadi pula
jikalau marwah lebih bijak daripada Sofa"?. Dan apa yang akan Tuhan
kisahkan kepada mereka bertiga"?. semoga kisah ini menjadi suatu contoh
dari sekian warna-warnikehidupan bagi
orang yang memahami arti cinta dan persahabatan.